BARANG-BARANG MISTIK DAN RAMALAN

Barang-barang Mistik dan Ramalan

  1. Barang-barang yang termasuk kategori mistik di antaranya: jimat, wafaq, isim, rajah atau hizb.
  2. Wafaq adalah tulisan yang terdiri dari angka-angka yang diletakkan dalam kotak-kotak yang diyakini punya khasiat tersendiri.
  3. Rajah adalah kumpulan tulisan huruf Arab yang terpisah-pisah.
  4. Isim adalah suatu bentuk kemasan berisi nama yang tidak memiliki makna dalam bahasa Arab yang diyakini sebagai nama-nama khadam dari bangsa jin.
  5. Hizb yaitu sejenis wirid atau senjata kecil yang diyakini memiliki khasiat atau manfaat tertentu.
  6. Barang-barang kategori mistik terkadang semacam sihir dan terkadang hanya tipuan para pembual. Di kedua bentuk tersebut terdapat kesyirikan yang nyata. Jika itu benar-benar sihir maka sudah kita ketahui kesyirikan sihir yaitu persembahan kepada setan dan jika hanya dagangan para pembual, kesyirikannya berada pada keyakinan pengaruh barang-barang tersebut dalam mendapatkan kebaikan dan menghindari keburukan.
  7. Ramalan adalah penggambaran hal-hal yang akan terjadi di masa depan, baik bersangkutan dengan perorangan, masyarakat atau alam semesta melalui apa-apa yang diklaim sebagai ilmu penerawangan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hukum sebab dan akibat. Hal ini berbeda dengan prediksi apa yang akan terjadi atas dasar sebab dan akibat, seperti prakiraan cuaca dan yang sejenisnya. 
  8. Ramalan terbagi dua: ramalan berdasar dan ramalan tanpa dasar.
  9. Ramalan berdasar adalah ramalan yang didasarkan informasi dari setan kepada agen-agennya (dukun, peramal, paranormal dan yang sejenisnya), dimana informasi itu didapat dari pencurian berita yang tersebar di alam malaikat. Karena sangat sedikit sekali informasi yang didapat setan, maka informasi tersebut hanya memberi ramalan yang sangat jauh dari sempurna. Kemudian sang agen membubuhi seratus kedustaan ke dalam informasi tersebut untuk menyempurnakannya.
  10. Ramalan tanpa dasar adalah bualan dusta dari sang peramal sendiri atau didapat dari setan.
  11. Ramalan tidak pernah membawa wujud yang tepat dan jarang sekali terwujudkan sebagian dari yang diramalkan. Terwujudnya sebagian dari yang diramalkan ini tidak membuktikan kebenaran ramalan, karena sebagian bukanlah keseluruhan. Keduanya mempunyai makna yang berbeda.
  12. Hampir semua peramal mengklaim mengetahui ilmu ghaib dan itu adalah kebohongan yang besar. Kalau mengetahui ilmu ghaib maka mereka sanggup meramal dengan tepat semua kejadian di masa datang, tetapi nyatanya hanya sedikit sekali dari ramalan-ramalan itu yang terjadi yang mempunyai kemiripan dengan kejadian yang sebenarnya.  
  13. Ilmu ghaib hanyalah dimiliki oleh Alloh ﷻ dan itu adalah sifat ketuhanan yang tak ada yang memilikinya selain Alloh ﷻ. Barangsiapa yang mengklaim bahwa dia memiliki ilmu ghaib atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi tanpa wahyu dari Alloh ﷻ maka orang itu telah mengklaim dirinya sebagai tuhan dan yang mempercayainya telah berbuat syirik kepada Alloh ﷻ.
  14. Di antara macam-macam ramalan kesyirikan adalah zodiac (perbintangan), ramalan Kartu Tarot, ilmu falak yang dijadikan dasar kecocokan atau tidaknya antara dua mempelai di suatu perkawinan atau kecocokan lahan usaha dengan pribadi seseorang, Feng Sui, pembacaan garis tangan, ramalan-ramalan umum tentang kejadian alam semesta, dan lain-lain.
  15. Ilmu Hikmah dan Sareat. Kata hikmah mempunyai dua arti. Arti umumnya adalah ketepatan, menentukan sesuatu dengan tepat, meletakkan sesuatu di tempatnya, memberi kadar yang tepat untuk setiap sesuatu. Arti khususnya yang sering disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah hadist-hadist Nabi ﷺ yang mana hadist-hadist itu adalah wahyu dari Alloh ﷻ. Adapun pada realitanya, kata-kata “al-hikmah” banyak dipakai oleh mereka yang memuja setan dengan berkedok sebagai orang sholeh, khususnya sebagai para pemimpin keagamaan untuk membungkus ilmu sihir mereka dengan kata-kata yang syar’i. Para penipu tersebut menamakan diri mereka ahli hikmah, tetapi pada hakikatnya mereka adalah para tukang sihir yang memuja setan untuk mendapatkan ilmu sihir itu.
  16. Adapun kata sareat berasal dari kata syariat dalam bahasa arab yang berarti hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan, khususnya hukum-hukum Islam. Dengan maksud yang sama, yaitu membungkus kesyirikan sihir yang mereka lakukan, para ahli hikmah tersebut menamakan usaha ikhtiar mereka yang sebenarnya adalah sihir dengan nama sareat.
  17. Para tukang sihir selalu melahirkan nama-nama baru untuk diri mereka dengan tujuan utama mengelabui umat manusia. Nama-nama itu disesuaikan dengan cara mereka melakukan sihir dan diberikan dasar-dasar logika agar bisa diterima orang banyak tanpa mengetahui bahwa yang sebenarnya mereka lakukan adalah hasil penghambaan kepada setan.
  18. Nama-nama tukang sihir: (a) Sahir: tukang sihir, (b) al-‘Arrof: peramal, (c) al-Munajjim: tukang ramal melalui perbintangan, (d) Dukun, (e) Orang pintar, (f) Ahli hikmah, (g) Ahli supranatural, (h) Ahli hipnotis, (i) Paranormal, (j) Mentalist, (k) Energi healer, (l) Spiritualis, (m) Metafisika, (n) Tukang sulap, (o) Magician. 
  19. Secara teoritis seluruh agama menolak bermitra dengan setan, akan tetapi pada hakikatnya semua agama selain Islam bermitra dengan setan. 
  20. PERINGATAN… !! Dalam  seluruh pemujaan atau persembahan atau kurban untuk makhluk ghaib, maka sebenarnya makhluk ghaibnya adalah setan dari bangsa jin dan bukan sama sekali roh leluhur atau malaikat.
  21. Wajib atas kaum muslimin menjauhi semua perbuatan-perbuatan sihir dan mistik serta para pelakunya dan memusuhi mereka.  

Ikut Partisipasi Mendukung Program, Salurkan Donasi Andi di Sini!

www.wakafalhudabogor.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *